Mediaintelijen.id
Bekasi,10/02/2026
Kemacetan parah melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama di kawasan sentral Kabupaten Bekasi pada Senin (9/2/2026) pagi. Antrean panjang kendaraan kontainer yang hendak melakukan perpanjangan uji KIR di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas di Jalan Industri Pasir Gombong hingga Traffic Light SGC, Jalan Raya RE Martadinata, serta Jalan Pantura Urip Sumoharjo.
Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan jam sibuk aktivitas masyarakat, dan baru berangsur terurai menjelang siang sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi tersebut diperparah dengan turunnya hujan deras pada pagi hari yang semakin memperlambat laju kendaraan.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kemacetan panjang tersebut karena berdampak langsung pada aktivitas kerja dan mobilitas warga. Andi (35), karyawan swasta di salah satu perusahaan di kawasan industri, mengaku terlambat masuk kerja akibat terjebak kemacetan selama hampir dua jam.
“Saya sudah berangkat lebih pagi dari biasanya, tapi tetap macet hampir dua jam. Bahkan sempat diarahkan polisi untuk mencari jalan alternatif. Kejadian seperti ini sering terjadi kalau ada perpanjangan KIR mobil kontainer. Akibatnya saya terlambat dan mendapat teguran di tempat kerja,” keluh Andi.
Keluhan serupa juga disampaikan Rudi, pengendara sepeda motor, yang menilai minimnya fasilitas parkir di area Dishub menjadi penyebab utama kemacetan.
“Lahan parkir di dalam Dishub sudah penuh oleh truk dan kontainer besar, sehingga banyak kendaraan terpaksa parkir di badan jalan. Akibatnya ruas jalan menyempit dan kemacetan tidak terhindarkan. Ini sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mengurai kemacetan, aparat kepolisian dari Polsek Cikarang Utara turun langsung ke lapangan. Kanit Lantas Polsek Cikarang Utara, AKP Carmin, SH, melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus kendaraan di sejumlah titik rawan.
“Meski kondisi hujan deras, kami tetap melakukan pengaturan dan pengalihan arus di beberapa titik. Pengendara kami arahkan untuk memutar balik dan mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan,” ujar AKP Carmin saat dikonfirmasi di Polsek Cikarang Utara, Selasa (10/2/2026).
Ia mengakui bahwa penumpukan kendaraan kontainer dan truk boks yang melakukan perpanjangan KIR menjadi salah satu faktor utama terjadinya kemacetan panjang.
“Volume kendaraan kontainer dan truk yang melakukan perpanjangan KIR cukup tinggi, sementara kapasitas lahan parkir sangat terbatas. Akibatnya banyak kendaraan berhenti dan parkir di badan jalan,” tambahnya.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi untuk segera mengambil langkah tegas dan solusi konkret. Warga secara khusus meminta Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung menangani persoalan yang dinilai kerap berulang ini.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan perpanjangan KIR, termasuk penambahan lahan parkir, pengaturan jadwal kendaraan, serta penerapan sistem layanan yang lebih tertib. Langkah tersebut dinilai penting agar kemacetan serupa tidak terus terulang dan merugikan masyarakat luas.
( Rbn / Red )



Social Header