Breaking News

Menyongsong 2026: Abie FU Soroti Pergeseran Sosial dan Ajak Masyarakat Indonesia Jaga Optimismes


Mediaintelijen.id

Bekasi,31/12/2025

NASIONAL – Menjelang detik-detik pergantian tahun menuju 2026, tokoh pengamat sekaligus aktivis sosial, Abie FU, memberikan catatan kritis mengenai fenomena sosial yang tengah melanda Indonesia. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran kolektif di tengah dinamika teknologi dan ekonomi yang semakin cepat.

Fenomena "Digital Fatigue" dan Transisi Budaya

Abie FU menyoroti bahwa sepanjang tahun 2025, masyarakat Indonesia telah melewati fase transformasi digital yang sangat masif. Namun, ia melihat adanya gejala kelelahan digital (digital fatigue) yang mulai muncul di permukaan.

"Kita melihat masyarakat mulai mencari keseimbangan antara kehidupan virtual dan realita. Perayaan tahun baru kali ini bukan sekadar pesta kembang api, tapi menjadi momentum 'reset' mental bagi banyak orang setelah setahun penuh bergelut dengan disrupsi teknologi," ujar Abie FU.

Ia juga mencatat adanya tren "kembali ke akar" di mana perayaan lokal dan silaturahmi fisik mulai kembali diminati, menggeser dominasi perayaan yang hanya bersifat pamer di media sosial.

Tiga Poin Himbauan untuk Masyarakat

Menghadapi tahun 2026 yang diprediksi penuh dengan tantangan global, Abie FU menyampaikan tiga poin penting sebagai himbauan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia:

Refleksi, Bukan Sekadar Selebrasi Masyarakat dihimbau untuk menjadikan malam pergantian tahun sebagai waktu untuk mengevaluasi diri. "Jangan biarkan tahun baru hanya lewat sebagai seremoni. Gunakan waktu ini untuk menyusun strategi pribadi dan keluarga agar lebih tangguh secara ekonomi dan mental."

Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan Mengingat dinamika sosial yang selalu menghangat, beliau berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang memecah belah, terutama yang tersebar di ruang digital.

Kesadaran Lingkungan dalam Perayaan Abie secara khusus meminta masyarakat untuk tetap tertib dan meminimalisir sampah pasca-perayaan. "Kedewasaan sebuah bangsa terlihat dari bagaimana mereka meninggalkan tempat perayaan dalam keadaan bersih."

Menatap Peluang di Tahun 2026

Menutup pernyataannya, Abie FU menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk bangkit lebih perkasa di tahun 2026. Menurutnya, kunci utama terletak pada kolaborasi antar-generasi.

"Tahun 2026 adalah gerbang menuju kematangan nasional. Jika anak muda yang kreatif bersinergi dengan generasi tua yang sarat pengalaman, Indonesia tidak hanya akan bertahan, tapi akan memimpin di kawasan," pungkasnya.

(Abie fu)

© Copyright 2022 - Media Intelijen