Breaking News

Banjir Kembali Rendam Kampung Bojong Luapan Anak Sungai Cibeet dan Sungai Citarum Jadi Penyebab


Mediaintelijen.id

Bekasi,29/12/2025

BEKASI – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu mengakibatkan Kampung Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, kembali terendam banjir pada Senin (29/12). Banjir ini disebabkan oleh meluapnya debit air dari anak Sungai Cibeet yang diperparah dengan tingginya permukaan Sungai Citarum.

Air mulai memasuki pemukiman warga sejak pagi hari. Menurut laporan warga setempat, kenaikan tinggi muka air (TMA) terjadi cukup cepat karena posisi Kampung Bojong yang dekat dengan selokan aliran yang bermuara ke sungai Citarum.

Ketinggian Air antara 50 cm hingga 1,5 meter di titik terendah. Sehingga beberapa rumah warga di beberapa RT terendam, memaksa sebagian warga untuk memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kecamatan Kedungwaringin, Desa Bojongsari. Warga yg terkena Dampak Banjir terdiri Dua (2) Dusun 

Dusun 1 ada 2 Rt.

1. Rt 001/001.

  Jumlah rumah 10

  Jumlah KK 14

  Jumlah Jiwa 40 jiwa 

2. Rt.002/001

  Jumlah rumah 18

  Jumlah KK 32

  Jumlah Jiwa 93

Dusun Dua (2) ada 3 RT

1. Rt.001/003

   Jumlah rumah 7

   Jumlah KK. 8

   Jumlah Jiwa 22

2. Rt.004/004

   Jumlah rumah 28

   Jumlah. KK 35

   Jumlah Jiwa 102 

3. Rt.005/004

   Jumlah rumah 21

   Jumlah KK 31

   Jumlah Jiwa 90

Semua nya yg terkena dampak Banjir ada Lima (5) Rt Terdiri dari 2 Dusun. Seluruh nya jumlah rumah ada 84.

Jumlah KK ada 120 KK 

Jumlah Jiwa 347 Jiwa.

Pertemuan arus dari anak Sungai Cibeet yang tidak mampu tertampung di aliran utama Sungai Citarum yang juga sedang dalam status siaga.

Selain merendam hunian, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga setempat. 

"Ini merupakan banjir kiriman dari hulu. Kalau di Bogor dan Karawang hujan deras, pasti air lari ke sini dan tertahan luapan Citarum," ujar salah satu warga terdampak.

Warga lansia dan anak-anak mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman atau lantai dua rumah warga yang tidak terendam.

Petugas terus melakukan koordinasi dengan penjaga pintu air untuk memantau fluktuasi ketinggian air sungai.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih akan mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

(Abie FU)

© Copyright 2022 - Media Intelijen