Breaking News

Lewat Zoom, Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Cikarang Timur: “TNI dan Polri Adalah Milik Rakyat”


Mediaintelijen.id

Bekasi,14/08/2026

BEKASI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia melalui konferensi video pada Kamis (13/8/2026). Salah satu titik peresmian berada di Kampung Kalenderwak RT 003/RW 006, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Peresmian di wilayah Cikarang Timur tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung di lokasi oleh Plh. Kapolsek Cikarang Timur AKP M. Jamaluddin, S.H., M.Si. Kegiatan turut dihadiri sekitar 35 peserta, di antaranya jajaran kepolisian, perwakilan Brimobda Polda Metro Jaya, Kepala Desa Karangsari, mahasiswa Universitas Pelita Bangsa, anggota BPD, serta tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., melaporkan kepada Presiden terkait pelaksanaan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dilakukan Polri bersama berbagai pihak.

Menurut Kapolri, sebanyak 895 Jembatan Merah Putih Presisi telah dibangun dan direvitalisasi secara swadaya di 30 wilayah Polda.

“Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 11 hingga 19,2 kilometer. Infrastruktur ini menghubungkan sekitar 1,3 juta penduduk dan memberikan manfaat langsung bagi dua juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri dalam laporannya.

Selain pembangunan dan revitalisasi jembatan, program tersebut juga mencakup pembangunan 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Kapolri berharap keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat perekonomian baru di berbagai daerah.

“Kami senantiasa memohon arahan agar setiap langkah pengabdian Polri sesuai dengan visi Bapak Presiden, bahwa Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat,” kata Jenderal Listyo Sigit.

Presiden Prabowo: TNI dan Polri Adalah Milik Rakyat

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap jajaran TNI dan Polri yang terus menjalankan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Polri pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari rakyat yang menjadi sumber kekuatan dan pengabdiannya.

“Terima kasih kepada seluruh anggota TNI dan Polri yang telah menjalankan bakti kepada rakyat. Ini bukti bahwa TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi rakyat,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, pengabdian TNI dan Polri harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Saudara bukan tentara biasa, Saudara bukan polisi biasa. Saudara lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat,” lanjutnya.

Presiden juga mengapresiasi semangat gotong royong yang menjadi bagian dari pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Menurutnya, pembangunan secara swadaya menunjukkan bahwa masyarakat bersama aparat negara mampu bekerja secara bersama-sama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.

“Perbuatan baik dan pengabdian oleh pribadi maupun pejabat itu sesungguhnya dipantau, dicatat, dan diingat oleh rakyat. Hari ini, saya sebagai Presiden Republik Indonesia maupun sebagai pribadi, merasa sangat bangga dan berterima kasih karena kita telah membantu rakyat kita,” ungkapnya.

Selain agenda peresmian jembatan, kegiatan di Kampung Kalenderwak juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui pembagian kacamata gratis.

Setelah sambutan Presiden, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara Presiden Prabowo dengan sejumlah perwakilan masyarakat dari berbagai daerah yang menjadi lokasi peresmian Jembatan Merah Putih Presisi.

Sementara itu, rangkaian kegiatan di titik peresmian Cikarang Timur berakhir sekitar pukul 11.10 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Karangsari diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas, memperlancar akses aktivitas warga, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata sinergi aparat negara bersama masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan langsung warga di tingkat desa.

 ( Rbn / Red )

© Copyright 2022 - Media Intelijen