Mediaintelijen.id
Bekasi,21/07/2026
Kabupaten Bekasi – Semangat gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi. Memasuki hari ke-5 pelaksanaan TMMD, Minggu (19/7/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong mempersiapkan pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Sasaran 5, Kampung Tegal Panjang RT 002 RW 001, Dusun I, Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Pembangunan jalan lingkungan sepanjang 175 meter dengan lebar 1,2 meter dan ketebalan 15 sentimeter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang diharapkan mampu meningkatkan akses mobilitas warga, memperlancar aktivitas perekonomian, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama warga tampak kompak menyiapkan papan bekisting (lis pengecoran), melakukan pengurugan, hingga meratakan permukaan tanah sebagai tahap awal sebelum proses pengecoran dilaksanakan. Suasana penuh kebersamaan terlihat di lokasi pekerjaan, di mana prajurit TNI dan masyarakat bekerja berdampingan tanpa sekat.
Meski demikian, proses persiapan masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Pasokan pasir belum tiba di lokasi, mesin molen masih dalam perjalanan menuju titik pekerjaan, dan penampungan air yang dibutuhkan untuk proses pengecoran juga belum tersedia.
Kondisi tersebut tidak mengurangi semangat personel Satgas TMMD maupun masyarakat. Seluruh pekerjaan yang dapat diselesaikan tetap dikerjakan sambil menunggu material dan peralatan pendukung tiba, sehingga target pelaksanaan tetap berjalan sesuai jadwal.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Inf Michael Ronald, S.I.P., M.H.I., mengatakan bahwa setiap tantangan di lapangan merupakan bagian dari dinamika pelaksanaan pembangunan yang harus dihadapi dengan kerja sama dan semangat pantang menyerah.
"Kami terus mengoptimalkan seluruh pekerjaan yang bisa dilaksanakan sambil menunggu material dan peralatan pendukung tiba di lokasi. Semangat personel Satgas serta dukungan masyarakat menjadi energi besar untuk menyelesaikan seluruh sasaran TMMD tepat waktu. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Dansatgas.
Partisipasi aktif masyarakat pun menjadi pemandangan yang menguatkan makna TMMD sebagai program pembangunan berbasis gotong royong. Tanpa diminta, warga turut mengangkat papan bekisting, meratakan tanah, hingga membantu menyiapkan lokasi pengecoran.
Salah seorang warga, Ibu Siti (47), mengaku bangga dapat bekerja bersama prajurit TNI dalam membangun jalan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
"Kami senang bisa ikut membantu. Walaupun masih ada kendala material, bapak-bapak TNI tetap bekerja dengan penuh semangat. Melihat mereka, kami juga ikut termotivasi. Jalan ini nantinya akan menjadi akses yang sangat bermanfaat bagi kami semua," tuturnya.
Bagi masyarakat Kampung Tegal Panjang, pembangunan jalan tersebut bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membawa harapan akan meningkatnya konektivitas antarwilayah, kelancaran aktivitas ekonomi, serta terciptanya lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Pelaksanaan TMMD Ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik semata, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Melalui program TMMD, TNI membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun dari desa, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
( Rbn / Red )



Social Header