Mediaintelijen.id
Bekasi,24/02/2026
Kondisi pengelolaan kebersihan di lokasi relokasi pedagang Pasar Tumpah SGC Cikarang Kota, tepatnya di lahan Pasar Ramayana, menuai perhatian. Para pekerja pengangkut sampah mengeluhkan beratnya beban kerja akibat kondisi lahan yang belum memadai serta penataan yang dinilai belum terkoordinasi secara optimal.
Sejumlah pekerja menyampaikan bahwa selain menjalankan tugas rutin, mereka juga harus mengangkut sampah tambahan dari area relokasi pedagang. Kondisi lahan yang belum diaspal disebut menyulitkan proses pengangkutan, terutama saat mendorong sampah atau tongkat kayu sampah yang berat.
“Kami berharap ada pengaspalan lahan supaya lebih mudah mendorong sampah. Kalau jalannya rata dan diaspal, pekerjaan jadi lebih ringan,” ujar salah satu pekerja di lokasi, Senin (23/2/2026).
Selain itu, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi lingkungan yang dinilai kumuh akibat tumpukan meja dan fasilitas dagang yang belum tertata rapi di area parkir. Aroma sampah yang menyengat juga disebut berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung.
Seorang pedagang mengatakan, kondisi tersebut membuat pembeli enggan berlama-lama di lokasi.
“Pengunjung jadi berkurang karena bau sampah dan pemandangan yang kurang tertata,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat turun langsung ke lokasi, terutama pada pagi hari saat aktivitas pasar berlangsung, guna melihat kondisi riil di lapangan. Diperlukan penataan dan pengaturan pengelolaan pasar tumpah secara lebih terstruktur, termasuk kejelasan tanggung jawab pengelola.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penerbitan surat tugas resmi bagi pengurus pasar, kejelasan mekanisme kontribusi untuk penerangan, kebersihan, dan jasa pengangkutan sampah, serta adanya payung hukum yang jelas guna menghindari potensi pungutan liar (pungli).
Pengamat tata kelola pasar menyebut, penanganan pasar tumpah membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta pengurus dan pedagang. Penataan yang baik diharapkan dapat menciptakan suasana yang bersih, tertib, dan nyaman, sehingga aktivitas perdagangan kembali menggeliat.
*Hingga berita ini diturunkan*, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait rencana penataan dan perbaikan infrastruktur di lokasi relokasi tersebut.
(Red)


Social Header