Mediaintelijen.id
Bekasi,21/08/2025
Bekasi, Semraut nya Permasalahan sosial masyarakat dalam pelayanan publik RSUD Cabang bungin, semakin tanpa arah dan tak menemukan jawaban yang jelas.
Baik bagi para korban malapraktik, pelecehan, konflik dengan pekerja lokal, dll secara khusus dan masalah buruk nya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara umum.
Belum lagi masalah-masalah di internal rumah sakit itu sendiri dari skandal perekrutan tenaga honorer sekretaris, tenaga ahli marketing dan humas yang di duga tidak transparan dan dengan cara yang tertutup terselubung, konflik internal rumah sakit dengan para pekerja lokal.
Beberapa korban dugaan malapraktik dan pelecehan oknum dokter di Rsud cabang bungin memang ada yang sudah melaporkan dan kasus tersebut sedang berjalan. Namun banyak nya permintaan dari masyarakat di cabang bungin, dari korban pelayanan publik rumah sakit tersebut tampak nya belum di respon dan di tindak lanjuti oleh para pemimpin daerah.
Tokoh bekasi yang berasal dari cabang bungin Nana karna jaya atau yang biasa di sapa bang Nana bentar pun keras mengkritisi tata kelola RSUD cabang bungin saat ini.
“saya asli tokoh bekasi, rumah saya persis di depan Rsud cabang bungin. Sudah lama memang banyak masyarakat yang datang ke saya mengeluh tentang pelayanan Rsud cabang bungin ini kurang bagus, ini fakta real di lapangan, saat ini banyak masyarakat juga yang menanyakan ke saya kelanjutan RSUD cabang bungin kalo kaya gini terus, saya juga udah geram, ada korban yang berobat mata nya jadi baong (buta), ada korban di lecihin ama oknum dokter, apalagi para kepala desa juga atas desakan masyarakat udah semua nya udah bersurat ke bupati lewat camat, ratusan masyarakat juga udah demo juga, apalagi ini si oknum direktur kemarin segala bawa-bawa pasukan oknum polisi dari brimob yang di minta secara pribadi turun untuk mengamankan masyarakat, gak ada surat perintah resmi, bawa-bawa mobil yang isi nya anjing juga, emang di pikir masyarakat sini babi apa kali ya???saya melihat citra RSUD ini sangat bobrok, kalo bahasa kita orang bekasi mah, udah kaya koco comberan” tegas nana bentar dengan nada gemas.
Ia pun meminta Kepada bupati bekasi agar secepatnya di evaluasi bahkan di ganti direktur RSUD dr.erni, gak bener ini kalo di biarkan terus pak bupati rusak nanti jadi nya, rumah sakit cabang bungin kalo di pimpin ama yang kaya gini , dr.erni juga harus nya punya rasa malu kalo sudah gak di butuhin ama kami masyarakat cabang bungin dan sekitar nya harus nya mundur lebih baik, jabatan mah ngak kebawa mati ” masih kata nana bentar.
Di tempat terpisah kang obay cabang bungin, berkomentar.
“Pak bupati kang ade kuswara kunang pemimpin yang kami banggakan tolong turun langsung ke lapangan pak, lihat langsung ini masyarakat korban pelayanan buruk Rsud cabang bungin ini semua warga bapak ,warga bekasi, jangan karna kami di pelosok, di abaikan kaya gini” kata kang obay.
“Terlebih itu direktur RSUD bukan nya malah intropeksi dan mencari solusi dalam banyaknya permasalahan terhadap masyarakat Sekitar cabang bungin, tapi malah melakukan tindakan-tindakan yang menurut saya akan berpotensi adu domba terhadap kepada masyarakat sendiri, erni herdiani sekarang blusukan turun ke lapangan mencari dukungan dari tokoh masyarakat yang lain yang memang selama ini pasif karna tak terlalu fokus komplain kebobrokan rsud,membuat framing yang positif agar seolah masyarakat mendukung, kemarin sempat viral para jamah dan ustad yang di beri uang masing masing 20 ribu agar mendukung mendoakan dr.erni herdiani dan Rsud cabang bungin, tadi juga ada salah satu ustad yang mengaku di minta berkumpul hanya untuk berkatan (selametan) oleh salah satu warga di desa jayalaksana yang ternyata malah di minta memberikan dukungan dengan sepotong kue untuk dr.erni herdiani, jangan lah kami para warga di bentur-benturkan kaya gitu kami warga cabang bungin kompak, gak bisa di adu oleh
dr. Erni herdiani , nanti kalo kami tunjukan kami kompak beliau jadi malu sendiri akhir nya” tegas kang Obay.
Wacana masyarakat cabang bungin mengadakan Aksi damai demo turun ke jalan jilid 2 pun, di sampaikan oleh Kordinator Gerakan Masyarakat Cabangbungin (GMC) syamsu rizal.
“Aksi damai yang meljbatkan ratusan masyarakat cabang bungin tanggal 3 juli 2025 di kantor kecamatan cabang bungin dan juga aksi unjuk rasa di luar area RSUD pun sudah kami lakukan, namun tidak membawa perubahan yang signifikan.
Sampai hari ini, masih banyak masyarakat yang mengeluh dan menjadi korban dari tata kelola RSUD cabangbungin.
saat ini kami masyarakat dengan kebesaran hati meminta direktur RSUD Cabangbungin untuk mundur, karena kami menganggap Dirut RSUD gagal dalam memimpin RSUD di Cabangbungin.
Sebab yang kami lihat, dengan keegoisannya Dirut RSUD cabangbungin selalu melakukan manuver dengan membawa-bawa oknum pasukan kepolisian, mencoba membenturkan masyarakat lokal dengan pihak luar daerah, malah saat ini manuvernya diduga meminta bantuan kepada tokoh-tokoh yang masih pasif untuk dukungan, ini apa namanya kalo bukan mau mengadu domba masyarakat, kedepan kami akan diskusi dengan para tokoh dan masyarakat perihal aksi damai jilid 2 yang akan kami lakukan di Pemda Kabupaten Bekasi bersama ribuan masyarakat beserta para keluarga pasien malpraktek serta para pasien yang juga pernah merasakan kekecewaaan terhadap RSUD Cabangbungin untuk menyampaikan aspirasinya.
Kami akan susun scedule Tanggalnya belum kita pastikan tapi insyallah di akhir bulan ini.” kata syamsul rizal tokoh pemuda cabang bungin.
(Red)
Social Header