Mediaintelijen.id
Bekasi,29/05/2026
CIKARANG TIMUR – Suasana khidmat bercampur haru dan penuh semangat gotong royong menyelimuti Kampung Pamundayan, RT 001 RW 004, Desa Labansari. Pada Kamis pagi (28/5/2026), warga berkumpul bersama untuk menghadiri momentum bersejarah: peletakan batu pertama pembangunan Mushollah Al-Hidayah.
Pembangunan tempat ibadah ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat setempat yang mendambakan fasilitas keagamaan yang lebih dekat dan representatif.
Sinergi Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan sakral ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Labansari, Amak Gozali. Tidak sendirian, ia didampingi oleh jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang kompak mengenakan pakaian muslim dan perlengkapan gotong royong.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa, diikuti oleh tokoh ulama setempat. Momen ini menandai dimulainya secara resmi proyek pembangunan mushollah yang nantinya akan menjadi pusat syiar Islam di Kampung Pamundayan.
> “Pembangunan Mushollah Al-Hidayah ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik. Kita sedang membangun fondasi peradaban umat di desa ini.” ujar Amak Gozali, Kepala Desa Labansari.
Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Amak Gozali menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga materiil demi terwujudnya pembangunan ini. Beliau menekankan pentingnya fungsi mushollah di masa depan.
> “Kami berharap Mushollah Al-Hidayah ini tidak hanya makmur sebagai tempat ibadah salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda, tempat belajar Al-Qur'an (TPA), serta wadah untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antar warga,” tambahnya.
Antusiasme dan Harapan Warga
Sementara itu, Ketua RT 001 mewakili warga Kampung Pamundayan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dimulainya pembangunan ini. Menurutnya, keberadaan mushollah yang representatif sudah menjadi impian warga sejak beberapa tahun terakhir.
Warga setempat menyambut baik dan berjanji akan terus mengawal proses pembangunan ini secara swadaya. Mereka berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, sehingga bangunan ini bisa segera digunakan untuk kegiatan ibadah, pengajian rutin, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Solidaritas yang Tak Padam
Usai acara seremonial, kegiatan langsung dilanjutkan dengan aksi gotong royong bersama. Tua, muda, laki-laki, maupun perempuan bahu-bahu memindahkan material, mengaduk semen, dan menyiapkan konsumsi.
Semangat kebersamaan yang terpancar di Kampung Pamundayan hari ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan solidaritas warga Desa Labansari masih sangat kuat, terutama dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan demi kebaikan bersama.
( Abie FU )




Social Header